RSS

BENTUK KINERJA MGMP

30 Mar

BENTUK KINERJA ORGANISASI MGMP

  1. E.    Pengertian

Kinerja  merupakan suatu wahana bagi pengembang kegiatan, baik di pusat maupun daerah untuk saling berkomunikasi dalam rangka pengembangan dan implementasi kegiatan MGMP.  Melalui koordinasi kinerja antar anggota  diharapkan diperoleh kesamaan persepsi tentang pengembangan, implementasi, pemantauan, dan evaluasi kegiatan  sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Organisasi.

Selain itu koordinasi kinerja MGMP  diharapkan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengembangan kurikulum dan menjadi fasilitator dalam mengkaji isu-isu-isu pendidikan , serta memunculkan berbagai inovasi dalam dunia pendidikan.

  1. a.        Peran dan Tugas

1.Peran MGMP PAI

MGMP PAI  berperan antara lain sebagai mediator, fasilitator/ pendamping, dan inovator dalam rangka membantu tugas Dinas Pendidikan dan Departemen Agama yang berkaitan dengan pengembangan, implementasi, monitoring dan evaluasi Program Muatan Lokal dan  kurikulum tingkat satuan pendidikan di berbagai jenis dan jenjang pendidikan.

Mediator berkenaan dengan peran Jaringan Kurikulum dalam membantu mensosialisasikan berbagai kebijakan tentang kurikulum dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah dan lembaga-lembaga pendidikan di daerah.

Fasilitator atau pendampingan berkenaan dengan peran Jaringan Kurikulum dalam memberikan bantuan teknis kepada satuan pendidikan mengenai pengembangan, implementasi, dan evaluasi kurikulum.

Inovator berkenaan dengan peran Jaringan Kurikulum dalam mengembangkan, mengkaji, dan menemukan model implementasi kurikulum dan sarana pendukung pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik daerah.

2.Tugas MGMP PAI SMP

  1. Membantu Dinas Pendidikan dan Mapenda dalam hal:

(1)   Mensosialisasikan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum;

(2)   Mengembangkan Program Muatan Lokal;

(3)   Menyelenggarakan pelatihan pengembangan kurikulum bagi calon pengembang kurikulum di daerah dan lembaga pendidikan;

(4)   Mengembangkan model-model kurikulum dan implementasinya;

(5)   Mengembangkan model-model sarana pendukung pembelajaran;

(6)   Melaksanakan monitoring dan evaluasi penerapan standar nasional pendidikan yang terkait dengan pengembangan kurikulum dan implementasinya.

(7)   Menyediakan layanan dan konsultasi kurikulum dan pembelajaran bagi pihak yang membutuhkan.

  1. b.        Struktur Organisasi

MGMP PAI  merupakan suatu organisasi yang mengkoordinasikan peran dan tugas pengembang kurikulum di pusat dan daerah (provinsi dan kabupaten/kota).  MGMP PAI  merupakan organisasi non struktural di bawah koordinasi Dinas Pendidikandan Depag Kota/kabupaten. Organisasi MGMP PAI  terdiri atas Penasehat , yang terdiri dari pengawas, dan MKKS SMP  yang ada di tingkat Kabupaten, d.An Pembina yang terdiri dari para kepala sekolah , guru inti dan diketuai oleh seorang GPAI yang dipilih melalui rapat terbuka melalui pemilihan oleh anggota.

ANGGOTA

DINAS PENDIDIKAN/

Kemenag Gresik

( Pelindung )

PEMBINA

(Pokjawas Kemenag Gresik)

Pengawas Dispendik Gresik

 

KETUA

Mohammad Salim,MA

SMPN 2 CERME

SEKRETARIS

Drs.Moh.Safi’i,M.Pd

SMPN 1 KEBOMAS

BENDAHARA

Rofiatul Ilmiyah,M.Pdi

SMPN 1 MANYAR

 

 

 


PROGRAM KERJA DAN PENDANAAN

  1. A.   Program Kerja

Program kerja MGMP PAI SMP  disusun berdasarkan peran dan tugas yang diemban . Program kerja tersebut antara lain meliputi komponen-komponen sebagai berikut:

1.  Pengembangan Program KBM PAI
  • Sosialisasi sinergitas pengembangan kurikulum antara pihak sekolah, masyarakat, dan pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan
  • Analisis kebutuhan Program Muatan Lokal DERAH KAB. GRESIK
  • Perumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar program muatan lokal DAN KKM
  • Pengembangan desain Program Muatan Lokal (struktur isi dan beban belajar)
  • Pengembangan rambu-rambu implementasi kurikulum (model-model pembelajaran) ktsp
  • Pengembangan  evaluasi (instrumentasi)
  • Stimulasi insfrastruktur implementasi DAN PENANAMAN AKHLAQ
  • Dan lain-lain
2.  Layanan Teknis  dan Konsultasi
  • Menyediakan pelatihan/lokakarya/seminar tentang optimalisasi peran dan fungsi GPAI
  • Memberikan informasi KBM kepada anggota tentang berbagai kebijakan-kebijakan kurikulum dan implementasinya.
  • Memberikan layanan konsultasi pelaksanaan (implementasi) Kurikulum.
  •  membantu mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan
  • Dan lain-lain
3.  Monitoring dan Evaluasi KBM PAI
  • Mengadakan monitoring terhadap GPAI pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan PAI guna peningkatan kerjasama
  • Mengadakan evaluasi Kinerja anggota terhadap pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan oleh Pengawas
  • Dan lain-lain
  1. B.   Sumber Dana

Dana operasional untuk kegiatan-kegiatan GPAI  bersumber dari dana yang dikelola MGMP dan dana-dana lain yang berasal dari berbagai sumber. Sumber dana tersebut diantaranya berasal dari Blogrant , Laba Penjalan Buku , Modul , LKS layanan teknis dan konsultasi, sumbangan masyarakat dan dunia usaha.

  1. C.   Alokasi  Dana

Dana MGMP PAI untuk kegiatan-kegiatan seperti penyusunan program kerja, rapat koordinasi, sosialisasi KTSP  dan kebijakan kurikulum, pengembangan ProgramPendukung PAI, pengembangan model-model kurikulum dan sarana pendukung pembelajaran, monitoring-evaluasi, serta kegiatan lainnya yang mendukung peran dan tugas MGMP PAI.


PEMBERDAYAAN MGMP API SMP

Pembentukan organisasi MGMP bukanlah suatu akhir dari proses tetapi justru merupakan awal dari tugas berat dalam mengembangkan kurikulum dalam era otonomi pendidikan di daerah . Pemberdayaan organisasi MGMP  menyangkut tiga pilar sebagai berikut:.

  1. Adanya kewenangan MGMP  dalam menjalankan tugasnya. Bentuk pemberdayaannya adalah dikeluarkannya bentuk legitimasi dalam melakukan kegiatan organisasi. Karena itu, jika organisasi Jaringan Kurikulum ini ingin berkembang maka tertib organisasi dan administrasi mutlak harus dilakukan.
  2. Kemampuan untuk melaksanakan kewenangan tersebut yaitu kemampuan dalam bidang pengembangan kurikulum sehingga secara operasional akan mampu untuk mengembangkan kurikulum (khususnya Program PAI ), memberi pelayanan teknis dan konsultasi, serta monitoring dan evaluasi kurikulum. Wujud pemberdayaannya, organisasi harus melakukan pelatihan, workshop, lokakarya, seminar, dan berbagai bentuk pembinaan lainnya bagi seluruh anggota MGMP PAI.
  3. Memiliki informasi yang mutakhir agar penerapan kemampuan dalam melaksanakan kewenangan tersebut dapat dilakukan secara tepat dan efisien. Wujud pemberdayaannya adalah dengan cara memfasilitasi MGMP PAI untuk mampu mengakses informasi lebih luas dari pihak-pihak terkait untuk menjalankan tugasnya dengan baik.

Adapun strategi pemberdayaan MGMP PAI agar tetap hidup dan berkembang adalah melalui tiga langkah utama yaitu:

  1. Komitmen dan semangat

Dengan komitmen bersama, setiap anggota organisasi akan memiliki tanggung jawab pada masing-masing tugas yang tekah dibebankannya. Selain komitmen, juga diperlukan semangat juang yang kuat untuk meraih tujuan organisasi tersebut oleh masing-masing anggota.

  1. Pembinaan anggota

Dalam rangka memelihara komitmen dan semangat para anggota organisasi diperlukan pembinaan anggota. Setiap usaha pembinaan anggota diarahkan agar mereka mampu menjalankan tugasnya sebagai GPAI .

  1. Koordinasi organisasi

Koordinasi organisasi MGMP PAI dalam strategi pengembangan organisasi ini adalah upaya menyatukan potensi dan gerak langkah MGMP PAI  sehingga peran dan tugas GPAI dapat dilaksanakan secara teratur dan terakah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Melalui koordinasi diharapkan semua anggota yang merupakan satu kesatuan dalam MGMP PAI  dapat memupuk kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam menjalankan tugas.

Bentuk koordinasi dapat dilaksanakan melalui cara koordinasi internal dan koordinasi eksternal. Koordinasi internal dapat dilakukan dengan ratap atau pertemuan rutin/berkala dan pertemuan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan diantara anggota dan unit/instansi yang terkait dengan kegiatan MGMP PAI Koordinasi eksternal yaitu koordinasi antar GPAI  baik pada tingkat nasional (AGPAI), dan tingkat wilayah/daerah ( MGMP JATIM ).

  1. Transparansi dan akuntabilitas

Kunci lainnya untuk meraih kesuksesan dalam pengembangan organisasi adalah transparansi dan akuntabilitas organisasi. Ruang lingkup subjek yang perlu diatur dalam transparansi dan akuntabilitas setidaknya terdiri atas masalah laporan keuangan, penugasan dalam kegiatan, dan pemilihan pengurus.

Kebijakana Pemerintah daerah dalam mengupayakan peningkatan Pendidikan Agama melalui pendidikan sangatlah terasa manfaatnya bagi perkembangan dan peningkatan mutu GPAI SMP Kabupaten Gresik, terlebih dalam penerapan kebijakan kepala daerah mengutamakan pendidikan Agama dan Ahklaq mulia sebagai sentra tercapainya pendidikan di Kabupaten Gresik yang agamis.

Perubahan kebijakan sentralisasi menjadi desentralisasi dalam bidang pendidikan termasuk kurikulum membawa konsekuensi akan perlunya daerah memiliki para pengembang kurikulum yang kompeten.  Untuk itu perlu dikoordinasikan dalam sebuah wadah independen yang disebut MGMP.

Program MGMP PAI ini dapat dijadikan acuan dalam pembentukan dan pengembangan KARAKTERISTIK SISWA YANG AGAMIS .  Semoga Program ini dapat memberikan kemudahan kepada semua pihak untuk mengembangkan potensi yang berakhklaqul karima sesuai amanat agama negara dan bangsa. AMIN

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 30, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: